Jumat, 18 Mei 2012

Ekstraksi Kontinyu dalam Pembuatan Minyak Kayu Putih



Kelompok 5
Kimia Analitik 2
Ekstraksi Kontinyu dalam Pembuatan Minyak Kayu Putih

NO.
NAMA
NIM
1
FITRIYAH
1005120972
2
MELVA SURYANI
1005120939
3
SUZANNAWATI
1005121219
4
VIVIEN ANJADI SUWITO
1005I20705
5
ZAHERA
1005120733

PEMBUATAN MINYAK KAYU PUTIH DENGAN TEKNIK EKSTRAKSI KONTINYU

Ekstraksi merupakan metode pemisahan yang didasarkan atas perbedaan kelarutan suatu solute dalam pelarut.  Teknik ekstraksi kontinu  dikhususkan bagi zat dengan D (harga banding distribusi) yang sangat kecil (<1), atau jika harga factor pemisahan β mendekati satu. Bila keadaan ini terjadi, maka ekstraksi bertahap dengan corong pisah menjadi kurang praktis, karena harus dilakukan ratusan kali. Ada bermacam-macam alat untuk proses ini. Pada prinsipnya di dalam peralatan tersebut terjadi aliran kontinu (terus menerus) dari pelarut melalui suatu larutan zat yang akan diekstrak. Pelarut yang telah membawa zat yang terekstrak, diuapkan, kemudian didinginkan, sehingga dapat digunakan lagi. Jika perlu pelarut yang lebih segar dapat ditambahkan terus menerus

 
     
ALAT SOXHLET
1.      Mengapa kami menyebut ekstraksi minyak kayu putih ini termasuk teknik ekstraksi kontinyu ?
Jawab : 
Pada proses ini sampel yang akan disari dimasukkan pada alat soxhlet, lalu setelah dielusi dengan pelarut yang cocok sedemikian rupa sehingga akan terjadi dua kali sirkulasi dalam waktu 30 menit. Gambar diatas menunjukkan alat ekstraksi kontinyu menggunakan pelarut yang lebih encer dari air (ekstraktor yang lain dapat dirancang untuk pelarut yang lebih kental dari air). Larutan yang diekstraksi ditem-patkan pada tabung panjang. Pelarut ditempatkan di labu destilasi, seperti ditunjukkan pada gambar.  Adanya pemanasan menyebabkan pelarut keatas lalu diembunkan oleh pendingin udara menjadi tetesan-tetesan yang akan terkumpul kembali dan bila melewati batas lubang pipa samping soxhlet, maka akan terjadi sirkulasi yang berulang-ulang akan menghasilkan penyarian yang baik.



2.      Muhammad Fari Abdullah
Pada Pembuatan Minyak Kayu Putih Cap Lang, Pelarut organic dicampur bersama dengan air dan larutan minyak kayu putih. Tidak dipisahkan seperti yang telah dijelaskan”.
Jawab :
Pada pembuatan minyak kayu putih secara komersial, produksi dilakukan dalam skala besar untuk mencapai keuntungan maksimal dengan biaya produksi yang seminimal mungkin, sehingga agar ekstraksi berjalan efisien dan hemat maka bahan2 tersebut diekstraksi dengan jalan dicampur menjadi satu. Sementara untuk skala percobaan di laboratorium, yang tujuannya untuk mengetahui jalannya pemisahan larutan dan bukan komersial, sebaiknya digunakan alat Soxhlet yang dapat memperlihatkan tahapan-tahapan pemisahan larutan secara jelas.

3.      Muhammad Arief Hasibuan
Bagaimana caranya pelarut organic pada bagian labu bisa membawa zat yang diekstrak untuk diuapkan? Dimana letak kontinyu dari ekstraksi ini?
Jawab :
Bahan yang akan diekstraksi diletakkan dalam sebuah kantong ekstraksi (kertas, karton dan sebagainya) di dalam sebuah alat ekstraksi dari gelas yang bekerja kontinyu. Wadah gelas yang berisi sampel diletakkan diantara labu suling dan suatu pendingin aliran balik. Labu tersebut berisi bahan pelarut yang menguap dan mencapai ke dalam pendingin aliran balik melalui pipa pipet, berkondensasi di dalamnya, menetes ke atas bahan yang akan diekstraksi dan membawa keluar bahan yang diekstraksi. Larutan yang terkumpul dalam wadah gelas dan setelah mencapai tinggi maksimal secara otomatis dipindahkan ke dalam labu dengan demikian zat yang akan terekstraksi terakumulasi melalui penguapan bahan pelarut murni berikutnya. Pada cara ini bahan terus diperbaharui artinya dimasukkan bahan pelarut bebas bahan aktif. Cairan penyari yang biasa digunakan adalah air, eter atau campuran etanol dan air. Air atau etanol menjadi acuan cairan pengekstraksi karena banyak bahan tumbuhan larut dengan air atau etanol.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Share It